Minggu, 17 Februari 2008

Memoar LPH 96/97 - Pembuka

Apa yang terjadi 12-13 tahun yang lalu? Mengingat kembali LPH (Lintas Pegunungan Hyang) yang mempunyai official mission Pengamatan Burung Lintas Pegunungan Hyang. Namun ada suatu misi tersembunyi yang entah apakah sudah diketahui atau belum oleh peserta, pelaku maupun pembaca sejarahnya. Misi tersembunyi tersebut bisa bermacam-macam, tergantung dari si pelaku, pendukung atau penggembiranya.

LPH sebagai suatu strategy dan aktifitas, dimulai dari suatu ide yang muncul di punggung bukit belakang rumah mbah Citro di gunung Lamongan, saat survey untuk lokasi Diklat Utama angkatan 13. Berangkat dari kegelisahan, apakah angkatan 13 mempunyai ketegaran dan kegagahan yang sesuai standar Mapensa? Hi..hi..hi.. Kenapa ada pertanyaan seperti itu?

Pada masa itu generasi yang hidup dan mewarnai Mapensa adalah generasi angkatan 08, 09, 10, 11 dan 12; mereka adalah generasi yang lahir dari rangkaian Diklatsar yang sangat panjang, mulai pendaftaran sampai pelantikan bisa menghabiskan waktu 6-7 bulan kontinyu, dengan 4 tahapan (ruang dan lapang). Yang lebih heroik lagi, Diklat Utama selalu berlokasi di kawasan yang "sangar" yaitu Meru Betiri dan Argopuro. Sehingga outputnya diasumsikan (atau merasa) gagah kuat sehat prakoso.

Polemik muncul ketika Diklatsar 13 secara konsep mengalami degradasi atau beberapa senior menilai suatu deformasi tingkat kesangaran, kegagahan dan keheroikan. Lha kok gitu? Lha iya lah..karena Diklatsar 13 hanya dilakukan dalam waktu 3 bulan dan terdiri dari 2 tahapan apalagi Diklat Utama hanya di Gunung Lamongan (ingat Lamongan Acik, Lilik Acik). LA-Light waktu itu menyumbang untuk acara ini, padahal pada waktu itu mayoritas perokok Mapensa adalah pengguna produk Gudang Garam (Surya maupun Filter) dan Marlboro.

Karena Mapensa diisi oleh heterogenitas klan, kubu, kelompok dan cara pandang tentang kualitas anggota, maka muncullah perdebatan. Ketakutan bahwa Diklatsar 13 tidak akan menghasilkan anggota tetap yang berkualitas (otot kawat balung wesi) muncul karena tingkat kesangaran yang lebih rendah dibanding proses yang dialami senior-seniornya. Di sisi lain muncul pertanyaan apakah waktu yang pendek itu cukup untuk membuat anggota baru ini paham tentang Mapensa dan Konservasinya?

Lewat suatu diskusi warung kopi, perdebatan dan polemik yang cukup panjang (Juni 2006 - Nopember 2006), akhirnya muncul suatu statemen dari sekelompok anggota "Kita kasihan dengan angkatan 13, karena mereka tidak merasakan bagaimana indahnya Argopuro" sepertinya penuh kasih sayang ya? Padahal di balik itu mereka berkata "diancuk, enak temen rek, diklat-e entheng" atau "waduh gak isok nggarap yunior nang Argopuro rek". Okelah, kita gak mbahas masalah yang dibalik itu, kita mbahas tentang keinginan para senior untuk memberi kesempatan angkatan 13 merasakan Argopuro, baik keindahan maupun tantangan alamnya.

Karena Pengurus 96/97 punya salah satu pogram utama implementasi Kegiatan Alam Terbuka Termanajemen (manajemen Expedisi), maka ancaman ini (kasihan angkatan 13) dijadikan peluang. Apalagi didukung bahwa di Mapensa pada waktu itu, banyak berkeliaran anggota yang memiliki pengetahuan, pengalaman dan pemahaman tentang konservasi Burung, mereka diantaranya mBak Dwi, mas Pyan, mBak Uung. Ditambah Ada pakar Fotografi, ada pakar navigasi/gunung hutan, ada pakar konservasi, yang sebelum itu belum dioptimalkan dalam suatu kegiatan terintegrasi antara KAT dan Konservasi. .

At The of The Day.
Okelah, mari kita ajak mereka atau kita ajangi mereka ke Argopuro, tapi harus memberi manfaat yang lebih daripada sebelumnya, harus bisa mengintegrasikan semua potensi yang ada di Mapensa dan harus sesuai dengan platform development di Mapensa. Terpilihlah/ditunjuklah Winawan "ëJim" Toso sebagai Ketua Panitia Pelaksana LPH, di tengah-tengah proses Diklatsar 13 masih berjalan.

Selamat bekerja eJim, memoar ini hanya sebatas ingatan, lebih dan kurangnya mohon dimaklumi. Semoga punya kesempatan untuk melanjutkan ceritanya.

LPH 96/97 team:
Team Operasi: Totok CDI, Alpha, Sofyan Manis, Didik Kolor, Agus Brudin, Anita nDog Kartikasari, Winawan eJim, mBak Nurul Uung Unyil, Fitri Ari, Dion Black, Evi Mak Nyak, Lilik Acik, Agung Botom, Rahajeng Ajeng, Susiana Mail Cengel, Fitri Cengel, Titin Kades.

Team Pendukung: mBak Dwi, mBah Irenk, Luluk, Dibyo Kewok, Ema, Pratondo.
Team Penggembira: anggota Mapensa waktu itu.


Alpha Nugroho
10/MPS/218

Tidak ada komentar: