pendapat Goleman. Di luar negeri, EQ sudah dimasukkan ke dalam program training krn memang EQ merupakan prediktor terhdap kinerja/produktivitas. bagaimana dengan keadaan pada perusahaan2 di Indonesia ? apakah cukup IQ sebagai prediktor kinerja?
Kamis, 21 Februari 2008
Diskusi HRD - EQ, pentingkah?
pendapat Goleman. Di luar negeri, EQ sudah dimasukkan ke dalam program training krn memang EQ merupakan prediktor terhdap kinerja/produktivitas. bagaimana dengan keadaan pada perusahaan2 di Indonesia ? apakah cukup IQ sebagai prediktor kinerja?
Minggu, 17 Februari 2008
Memoar LPH 96/97 - Pembuka
Apa yang terjadi 12-13 tahun yang lalu? Mengingat kembali LPH (Lintas Pegunungan Hyang) yang mempunyai official mission Pengamatan Burung Lintas Pegunungan Hyang. Namun ada suatu misi tersembunyi yang entah apakah sudah diketahui atau belum oleh peserta, pelaku maupun pembaca sejarahnya. Misi tersembunyi tersebut bisa bermacam-macam, tergantung dari si pelaku, pendukung atau penggembiranya.
LPH sebagai suatu strategy dan aktifitas, dimulai dari suatu ide yang muncul di punggung bukit belakang rumah mbah Citro di gunung Lamongan, saat survey untuk lokasi Diklat Utama angkatan 13. Berangkat dari kegelisahan, apakah angkatan 13 mempunyai ketegaran dan kegagahan yang sesuai standar Mapensa? Hi..hi..hi.. Kenapa ada pertanyaan seperti itu?
Pada masa itu generasi yang hidup dan mewarnai Mapensa adalah generasi angkatan 08, 09, 10, 11 dan 12; mereka adalah generasi yang lahir dari rangkaian Diklatsar yang sangat panjang, mulai pendaftaran sampai pelantikan bisa menghabiskan waktu 6-7 bulan kontinyu, dengan 4 tahapan (ruang dan lapang). Yang lebih heroik lagi, Diklat Utama selalu berlokasi di kawasan yang "sangar" yaitu Meru Betiri dan Argopuro. Sehingga outputnya diasumsikan (atau merasa) gagah kuat sehat prakoso.
Polemik muncul ketika Diklatsar 13 secara konsep mengalami degradasi atau beberapa senior menilai suatu deformasi tingkat kesangaran, kegagahan dan keheroikan. Lha kok gitu? Lha iya lah..karena Diklatsar 13 hanya dilakukan dalam waktu 3 bulan dan terdiri dari 2 tahapan apalagi Diklat Utama hanya di Gunung Lamongan (ingat Lamongan Acik, Lilik Acik). LA-Light waktu itu menyumbang untuk acara ini, padahal pada waktu itu mayoritas perokok Mapensa adalah pengguna produk Gudang Garam (Surya maupun Filter) dan Marlboro.
Karena Mapensa diisi oleh heterogenitas klan, kubu, kelompok dan cara pandang tentang kualitas anggota, maka muncullah perdebatan. Ketakutan bahwa Diklatsar 13 tidak akan menghasilkan anggota tetap yang berkualitas (otot kawat balung wesi) muncul karena tingkat kesangaran yang lebih rendah dibanding proses yang dialami senior-seniornya. Di sisi lain muncul pertanyaan apakah waktu yang pendek itu cukup untuk membuat anggota baru ini paham tentang Mapensa dan Konservasinya?
Lewat suatu diskusi warung kopi, perdebatan dan polemik yang cukup panjang (Juni 2006 - Nopember 2006), akhirnya muncul suatu statemen dari sekelompok anggota "Kita kasihan dengan angkatan 13, karena mereka tidak merasakan bagaimana indahnya Argopuro" sepertinya penuh kasih sayang ya? Padahal di balik itu mereka berkata "diancuk, enak temen rek, diklat-e entheng" atau "waduh gak isok nggarap yunior nang Argopuro rek". Okelah, kita gak mbahas masalah yang dibalik itu, kita mbahas tentang keinginan para senior untuk memberi kesempatan angkatan 13 merasakan Argopuro, baik keindahan maupun tantangan alamnya.
Karena Pengurus 96/97 punya salah satu pogram utama implementasi Kegiatan Alam Terbuka Termanajemen (manajemen Expedisi), maka ancaman ini (kasihan angkatan 13) dijadikan peluang. Apalagi didukung bahwa di Mapensa pada waktu itu, banyak berkeliaran anggota yang memiliki pengetahuan, pengalaman dan pemahaman tentang konservasi Burung, mereka diantaranya mBak Dwi, mas Pyan, mBak Uung. Ditambah Ada pakar Fotografi, ada pakar navigasi/gunung hutan, ada pakar konservasi, yang sebelum itu belum dioptimalkan dalam suatu kegiatan terintegrasi antara KAT dan Konservasi. .
At The of The Day.
Okelah, mari kita ajak mereka atau kita ajangi mereka ke Argopuro, tapi harus memberi manfaat yang lebih daripada sebelumnya, harus bisa mengintegrasikan semua potensi yang ada di Mapensa dan harus sesuai dengan platform development di Mapensa. Terpilihlah/ditunjuklah Winawan "ëJim" Toso sebagai Ketua Panitia Pelaksana LPH, di tengah-tengah proses Diklatsar 13 masih berjalan.
Selamat bekerja eJim, memoar ini hanya sebatas ingatan, lebih dan kurangnya mohon dimaklumi. Semoga punya kesempatan untuk melanjutkan ceritanya.
LPH 96/97 team:
Team Operasi: Totok CDI, Alpha, Sofyan Manis, Didik Kolor, Agus Brudin, Anita nDog Kartikasari, Winawan eJim, mBak Nurul Uung Unyil, Fitri Ari, Dion Black, Evi Mak Nyak, Lilik Acik, Agung Botom, Rahajeng Ajeng, Susiana Mail Cengel, Fitri Cengel, Titin Kades.
Team Pendukung: mBak Dwi, mBah Irenk, Luluk, Dibyo Kewok, Ema, Pratondo.
Team Penggembira: anggota Mapensa waktu itu.
Alpha Nugroho
10/MPS/218
May 1, 2000 US Stop Degrading GPS Signal for Public
THE WHITE HOUSE
Office of the Press Secretary
For Immediate Release May 1, 2000
STATEMENT BY THE PRESIDENT REGARDING THE UNITED STATES' DECISION TO STOP DEGRADING GLOBAL POSITIONING SYSTEM ACCURACY
Today, I am pleased to announce that the United States will stop the intentional degradation of the Global Positioning System (GPS) signals available to the public beginning at midnight tonight. We call this degradation feature Selective Availability (SA). This will mean that civilian users of GPS will be able to pinpoint locations up to ten times more accurately than they do now. GPS is a dual-use, satellite-based system that provides accurate location and timing data to users worldwide. My March 1996 Presidential Decision Directive included in the goals for GPS to: "encourage acceptance and integration of GPS into peaceful civil, commercial and scientific applications worldwide; and to encourage private sector investment in and use of U.S. GPS technologies and services." To meet these goals, I committed the U.S. to discontinuing the use of SA by 2006 with an annual assessment of its continued use beginning this year.
The decision to discontinue SA is the latest measure in an on-going effort to make GPS more responsive to civil and commercial users worldwide. Last year, Vice President Gore announced our plans to modernize GPS by adding two new civilian signals to enhance the civil and commercial service. This initiative is on-track and the budget further advances modernization by incorporating some of the new features on up to 18 additional satellites that are already awaiting launch or are in production. We will continue to provide all of these capabilities to worldwide users free of charge.
My decision to discontinue SA was based upon a recommendation by the Secretary of Defense in coordination with the Departments of State, Transportation, Commerce, the Director of Central Intelligence, and other Executive Branch Departments and Agencies. They realized that worldwide transportation safety, scientific, and commercial interests could best be served by discontinuation of SA. Along with our commitment to enhance GPS for peaceful applications, my administration is committed to preserving fully the military utility of GPS. The decision to discontinue SA is coupled with our continuing efforts to upgrade the military utility of our systems that use GPS, and is supported by threat assessments which conclude that setting SA to zero at this time would have minimal impact on national security. Additionally, we have demonstrated the capability to selectively deny GPS signals on a regional basis when our national security is threatened. This regional approach to denying navigation services is consistent with the 1996 plan to discontinue the degradation of civil and commercial GPS service globally through the SA technique.
Originally developed by the Department of Defense as a military system, GPS has become a global utility. It benefits users around the world in many different applications, including air, road, marine, and rail navigation, telecommunications, emergency response, oil exploration, mining, and many more. Civilian users will realize a dramatic improvement in GPS accuracy with the discontinuation of SA. For example, emergency teams responding to a cry for help can now determine what side of the highway they must respond to, thereby saving precious minutes. This increase in accuracy will allow new GPS applications to emerge and continue to enhance the lives of people around the world.
30-30-30
Alpha Nugroho
Java Regional Sales Manager-Seeds
Mobile: +62-811350279
PT.Syngenta Indonesia - Seeds
JAVA Marketing Office
Jl. Selat Sunda D7 no.45 Perum Sawojajar
Malang - Jawa Timur
Phone: +62-341 712704, Fax: +62-341 712704
Jumat, 15 Februari 2008
SOP Marketing - Sebagai suatu Wacana?
- Tahap 1 Memahami Peran Fungsi Marketing Sebagai Unit Bisnis Dalam Sistem Operasi Perusahaan
- Tahap 2 Analisa Fungsi Marketing Sebagai Profit Center Dalam Sistem Pengendalian Internal.
- Tahap 3 Analisa Desain Teknis Penyusunan SOP Marketing
- Tahap 4 Analisa SOP - Kebijakan Organisasi Marketing Dan Kewenangan Operasinya
- Struktur Organisasi Fungsi Marketing Dan Job Descriptionnya
- Menetapkan Anggaran Marketing
- Analisa Beban Penjualan
- Strategi Pertumbuhan Pemasaran
- Alasan Dilakukannya Penjualan-Pemasaran
- Tanggung Jawab Menentukan Target Pasar
- Kewenangan Penandatangan Kontrak Dan Penentuan Harga Dan Lainnya
- Tahap 5 Analisa SOP - Kebijakan Yang Berhubungan Dengan Harga Dan Produk
- Analisa Harga Jual
- Pengembangan Strategi Harga
- Analisa Harga Secara Umum
- Tahap 6 Analisa SOP - Kebijakan Yang Berhubungan Dengan Pelanggan
- Analisa Dan Survei Pelanggan
- Kebijakan Kredit Pelanggan Dan Customer Mapping - Customer Rating - Credit Limit
- Kebijakan Pembinaan Pelanggan
- Tahap 7 Analisa SOP - Kebijakan Yang Berhubungan Dengan Promosi Dan Distribusi
- Pengangkatan Distributor Dan Agen
- Kontes Penjualan Internal Dan Eksternal
- Pemasaran Jarak Jauh
- Keputusan Promosi
- Tahap 8 Analisa SOP - Kebijakan Yang Berhubungan Dengan Sumber Daya Manusia Marketing Dan Umum
- Seleksi Karyawan Bagian Penjualan-Pemasaran
- Moral Dan Etika Penjualan
- Pelatihan Armada Penjualan
- Komisi-Bonus-Dan Kompensasi
Penyusunan Standar Operating Procedure dalam Marketing adalah suatu hal yang sering dilupakan dalam suatu bisinis. SOP umumnya diberikan dari sisi Finance atau maksimal dalam sisi Supply.
Untuk menyusun suatu SOP marketing beberapa tahapan perlu ditempuh. Aplikasinya bisa berurutan atau acak, tergantung kemampuan dan kemauan.
Alpha Nugroho
Java Regional Sales Manager-Seeds
Mobile: +62-811350279
PT.Syngenta Indonesia - Seeds
JAVA Marketing Office
Jl. Selat Sunda D7 no.45 Perum Sawojajar
Malang - Jawa Timur
Phone: +62-341 712704, Fax: +62-341 712704
Kamis, 14 Februari 2008
INSOMNIA DAN RAHASIA TIDUR NYAMAN
Gangguan sulit tidur alias insomnia, ya memang sangat mengganggu. Banyak orang mengatasinya dengan obat-obatan. Padahal upaya itu tidak dianjurkan, karena gangguan ini sebenarnya relatif mudah diatasi. Mengapa kita perlu tidur? Berapa jam idealnya orang dewasa tidur dalam semalam? Bagaimana kiat tidur yang nyaman?
Sudah sebulan Rina mengeluh susah tidur. "Paling-paling saya tidur 1 - 2 jam dalam semalam. Itu pun kerap dihantui mimpi buruk," keluhnya. Padahal setiap hari ia harus bangun pagi dan pergi ke tempat kerja yang jauh dari rumah. Akibatnya, di tempat kerja ia sering mengantuk dan badan terasa lemas.
Tanpa berkonsultasi ke dokter, Rina mengambil inisiatif minum obat tidur. Tidurnya memang jadi pulas, tapi ketika bangun badan terasa semakin lemas dan lesu. Dalam sebulan berat badannya turun sampai 3 kg, dan nafsu makannya berkurang. Seorang rekan kerjanya menduga, Rina terserang stres karena dituntut menguasai pekerjaan barunya. Sebagai karyawan baru masa percobaan tiga bulan harus ia jalankan sebaik-baiknya agar bisa diangkat sebagai karyawan tetap.
Cemas atau sakit
Dalam terminologi kedokteran atau psikologi gangguan yang dihadapi Rina bisa digolongkan sebagai insomnia. Tapi penyebabnya sebenarnya sangat beragam. Bisa karena soal sepele, bisa soal besar. Karena itu bila orang terserang insomnia (in = tidak; sommus = tidur), hendaknya diteliti penyebabnya untuk ditangani sesuai penyebabnya.
Menurut dr. W.M. Roan, psikiater dari RS Ongkomulyo, Jakarta, tubuh yang terasa kurang sehat akibat menderita sakit sistemik (sakit tubuh menyeluruh) atau nyeri hebat lokal, membuat penderita akan gelisah tidurnya. Gangguan jiwa, ringan sampai berat pun, acap kali melahirkan insomnia. Itu jenis insomnia sekunder. Kalau penyebabnya faktor psikologis atau depresi dinamai insomnia simpleks.
Untuk mengetahui dengan tepat penyebab insomnia, harus diteliti secara saksama: apakah penderita mengalami insomnia selama beberapa jam, ataukah seluruh malam tidak bisa tidur? Apakah di siang hari ia tidur? Gangguan insomia dapat dilacak dari cara hidup seseorang secara rutin sampai kehidupan malamnya.
Seseorang yang mengeluh sulit tidur pada fase awal tidur malam hari, tambah Roan, dapat dikaitkan dengan gangguan cemas hebat. Bila insomnianya terjadi tengah malam - artinya waktu masuk tidurnya (pukul 21.00 - 22.00) mudah, tapi tengah malam (pukul 24.00 - 02.00) terbangun dan tidak bisa tidur lagi - menurut Roan, gangguan insomnia itu dapat dikaitkan dengan gangguan jiwa atau saraf yang lumayan berat. Bila terbangun di pagi buta (pukul 03.00 - 04.00), kemudian sulit tidur kembali, biasanya itu berkaitan dengan gangguan depresi berat.
Sementara itu menurut Drs. Hartono Hdw., seorang apoteker, ada tiga jenis insomnia, yakni insomnia sementara, insomnia jangka pendek, dan insomnia kronis. Pada insomnia sementara, gangguan tidur hanya beberapa malam saja. Insomnia jangka pendek karena stres mendadak. Yang lebih berat dan lebih sulit diobati adalah insomnia kronis. Selain faktor depresi atau psikologis, bisa juga karena pengaruh minuman keras atau minuman yang banyak mengandung kafein, penyakit, pengaruh penggunaan obat tidur atau penenang dalam jangka lama, obat penurun tekanan darah tinggi golongan betablocker seperti atenolol, nadolol, propanolol, dsb.
Belakangan sulit tidur juga dihubungkan dengan disorientasi waktu. Siklus tidur kacau karena jam biologik tidurnya juga kacau. Orang yang naik pesawat melampaui 6 - 7 zone waktu, biasanya akan mengalami sindrom jet-lag, mengalami gejala penurunan kesiagaan, insomnia, serta kelelahan tubuh. Orang yang mengadakan perjalanan dengan pesawat dari Timur ke Barat, meski lelah namun tidak selelah terbang dari arah sebaliknya. Mungkin tubuh kita harus siaga terus karena penerbangan dari Barat ke Timur banyak siang harinya, sehingga orang harus terus melek sambil menunggu tiba di tempat tujuan. Jet-lag dikatakan dapat ditanggulangi dengan melatonin.
Sementara itu penerbangan dalam satu zone waktu, Jakarta - Bangkok - Beijing misalnya, tidak terasa melelahkan karena tetap berada dalam satu zone waktu, sama seperti kalau kita naik mobil di dalam kota.
Bila penyebabnya faktor psikologis dan setelah lebih dari satu minggu tidak dapat diatasi sendiri, sebaiknya segera dikonsultasikan ke psikolog atau psikiater. Kalau karena penyakit tertentu, secepatnya diperiksakan ke dokter untuk diperiksa dan diobati penyakitnya.
Mengobati sendiri dengan aneka obat penenang seperti Rina tidak dianjurkan. Sebab tindakan itu dikhawatirkan justru bisa berdampak negatif, misalnya jadi kecanduan obat tersebut, pikiran terganggu, pikun, gangguan organ tubuh, dll.
Para ahli gizi memberi saran agar penderita insomnia sehari-hari mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung tembaga (2 mg), zat besi (10 - 15 mg), serta magnesium (400 mg). Namun penderita gangguan jantung atau ginjal sebaiknya berkonsultasi ke dokter lebih dulu.
Otak dan otot saling merangsang
Gangguan insomnia menunjukkan betapa aktivitas tidur itu penting. Sebab, "Semua orang memang perlu tidur (di malam hari) sesuai kebutuhan," komentar Joyse Walsleben, Ph.D., psikolog asal AS. "Kalau tidak, otak akan menyuruh kita tidur di siang hari."
Normalnya, seorang dewasa membutuhkan waktu tidur 7 - 8 jam semalam. Para lansia sering kurang dari itu. Tidak heran, kurang tidur dalam semalam saja terasa kurang segar, apalagi selama sebulan seperti dialami Rina.
Dengan tidur sebenarnya sesorang melakukan pembersihan diri dari "sampah penyebab kelelahan". Mengutip penelitian para ahli kimia, dr. P. Carbone dari AS mengungkapkan, dalam sehari produk "sampah" yang berasal dari seluruh kegiatan otot tubuh - sebagian besar terdiri atas dioksida dan asam laktat - menumpuk dalam darah dan mempunyai efek toksik pada saraf, menyebabkan rasa lelah dan mengantuk. Selama tidur "sampah" ini dimusnahkan, sehingga saat bangun tubuh terasa segar. Namun puncak rasa segar, menurut para ahli tadi, baru dirasakan dua jam sesudahnya.
Dr. Roan menambahkan, rasa kantuk berkaitan erat dengan hipotalamus dalam otak. Dalam keadaan badan segar dan normal, hipotalamus ini bekerja baik sehingga mampu memberi respons normal terhadap perubahan tubuh maupun lingkungannya. Namun, setelah badan lelah usai bekerja keras seharian, ditambah jam rutin tidur serta sesuatu yang bersifat menenangkan di sekelilingnya, seperti suara burung berkicau, angin semilir, kasur dan bantal empuk, udara nyaman, dll., kemampuan merespons tadi berkurang sehingga menyebabkan seseorang mengantuk.
Sebenarnya tidur tidak sekadar mengistirahatkan tubuh, tapi juga mengistirahatkan otak, khususnya serebral korteks, yakni bagian otak terpenting atau fungsi mental tertinggi, yang digunakan untuk mengingat, memvisualkan serta membayangkan, menilai dan memberikan alasan sesuatu.
Tes yang pernah dilakukan terhadap beberapa ratus pria yang bersedia menjadi sukarelawan untuk tidak tidur selama berhari-hari menunjukkan, setelah 4 - 8 hari, memang tidak terjadi kemerosotan fisik yang berarti. Namun dalam 24 jam saja tidak tidur, gejala gangguan mental serius sudah terlihat, seperti cepat marah, memori hilang, timbul halusinasi, ilusi, dll. Meski begitu, dengan tidur kembali keesokan harinya semua gangguan itu hilang. Malah ada ahli menyatakan, mendingan orang tidak makan dan minum daripada tidak tidur. Tes laboratorium pada hewan menunjukkan, mereka bisa bertahan hidup tanpa makan dan minum sampai 20 hari, tapi tidak tidur hanya bertahan tidak lebih dari lima hari.
Sejumlah ahli yang memonitor aktivitas tubuh menuju tidur menambahkan, saat tidur pikiran dan otot-otot kita saling merangsang. Ketegangan otot menyebabkan korteks terus aktif sedangkan ketegangan otak menyebabkan otot terus aktif. Kelelahan akan mengurangi irama kerja otot, demikian juga di kala beristirahat, sehingga semua ini akan menurunkan kegiatan dalam korteks.
Menurunnya aktivitas dalam korteks akan membiarkan otot-otot kita semakin rileks. Begitu rangsangan antara pikiran dan otot menurun, kita akan mengantuk lalu tertidur. Selagi tidur, jantung kita akan berdetak lebih lamban, tekanan darah menurun, dan pembuluh-pembuluh darah melebar. Suhu badan turun sekitar 0,5oF (… ? oC) tetapi perut dan usus tetap bekerja. Sementara tidur, tubuh sekali-kali bergerak. Gerakan sebanyak 20 - 40 kali masih dianggap normal. Terganggu insomnia berarti kerja pikiran dan otot tidak berjalan seiring. Pikiran kita akan sulit tertidur bila otot masih tegang. Sebaliknya, akan sulit bagi otot untuk tertidur jika pikiran masih terjaga, tegang, dsb.
Menurut Roan, dikatakan sehat dan normal bila begitu naik ke atas tempat tidur dengan tatanan rapi, bantal enak dan empuk, kurang lebih selang 30 menit sudah tertidur, bahkan ada orang begitu mencium bantal dalam 3 - 5 menit langsung tertidur.
Gerak bola mata cepat
"Tidur itu ada stadiumnya, tidur dangkal dan tidur dalam," kata Roan. Saat mulai tertidur hingga sekitar 1 - 1,5 jam kemudian, stadium tidur dangkal berubah menjadi dalam. Saat mencapai tidur dangkal kedua kalinya, bola mata tampak bergerak cepat (rapid eye movement sleep = REM Sleep). Ini berlangsung selama 15 - 20 menit, kemudian masuk lagi ke stadium tidur yang lebih dalam. Setelah lewat 1 - 2 jam, timbul kembali tidur REM tahap 2, yang berlangsung 15 - 20 menit. Selama 7 - 8 jam tidur bisa 4 - 5 kali tidur REM.
Tidur REM beberapa kali harus terjadi selama tidur. Kalau tidak, tidur berikutnya akan kacau. Seandainya selama dua minggu selalu terbangun atau dibangunkan dalam stadium tidur REM, dua minggu berikutnya badan menuntut tidur REM lebih banyak atau sering mengantuk. Kalau dalam keadaan normal tidur REM hanya 25% dari seluruh tujuh jam tidur, bila selama dua minggu terganggu, membutuhkan sampai 65%. Tidur REM ini memberikan ciri beberapa gangguan jiwa tertentu. Seseorang yang depresi, tidur REM yang 4 - 5 kali selama 7 jam, bergeser lebih dekat dengan awal tidur. Pada lansia, tidur REM bergeser dekat pagi hari.
Saat tidur terjadi pula perubahan gelombang listrik otak. Kalau dalam keadaan siaga (melek), frekuensi gelombang otaknya tinggi. Dalam keadaan istirahat dan memejamkan mata, otak mengeluarkan gelombang alfa dengan frekuensi 8 - 13 Hz. Menuju stadium tidur lebih dalam, gelombang otak akan memperlambat diri, menjadi 3-7 Hz. Gelombang ini disebut gelombang theta. Selanjutnya, bila tidur sangat dalam, timbul gelombang delta, 1 - 4 Hz. Menurut beberapa peneliti, semakin banyak gelombang kecil per detiknya, semakin lelap dan tenang tidur seseorang. Di kalangan penggemar meditasi, gelombang delta justru dicari karena membawa ketenangan sangat tinggi. Bila terjadi sebaliknya, tidur akan kurang lelap.
Betapapun masalah yang dihadapi seseorang, usahakan untuk mengatasinya sendiri tanpa bantuan obat. Misalnya, untuk membantu mengusir pemicu stres, ambillah selembar kertas, tuliskan masalahnya sebelum naik ke tempat tidur. Kalau Anda membawa pekerjaan kantor ke rumah, singkirkan pekerjaan beberapa jam sebelum jam tidur. Kalau masalah belum teratasi, tenangkan pikiran, bawalah tidur masalah Anda. Keesokan harinya, di kala pikiran lebih terang dan tubuh lebih segar, masalah akan lebih mudah teratasi. Percayalah! (Nanny Selamihardja)
Rabu, 13 Februari 2008
Pending Sales
Produksi hari ini, jual hari ini, tagih hari ini.
Suatu kondisi yang sangat bagus dalam supply chain dan sales system.
Putaran tinggi, inventory rendah.
It’s a Great business, Healthy business.
Apakah kita sudah cukup sehat dan kuat untuk melakukan bisnis sehebat itu?
Ibarat atlet lari marathon, kita telah menunjukan performance yang sangat bagus.
Mampu berlari sesuai target, bahkan lebih cepat dari target.
Ada tepuk tangan penonton dan kemauan yang mendorong hal itu,
Atau bahkan tambahan sedikit anabolic steroid, meskipun ilegal tapi bisa membuat prestasi terwujud.
Tapi jangan lupa, apakah otot, jantung dan paru-paru kita sudah diperiksa?
Jangan-jangan, belum sampai tujuan udah kolaps duluan.
General check up dan beberapa pengobatan mungkin perlu dilakukan, sebelum melanjutkan perjalanan.
Pending Sales = tahan dulu dong salesnya…..;)
Regards
Dr. Alpha Nugroho
Need Advise Dalam Penjualan
Dalam dunia marketing, harga hanyalah salah satu faktor penentu dalam menentukan terjualnya sebuah produk. Tetapi ketika harga menjadi masalah, kita harus melihatnya dari mata konsumen, mengapa mereka mereka katakan produk kita mahal? pasti masih ingat prinsip penjualan - konsumen ingin membeli bukan "dijual-kan". Salah satu caranya adalah membandingkan secara nyata produk Anda dan produk pesaing, bukti konkret apa yang bisa menaikan daya jual produk Anda sehingga produk pesain terlihat lebih mahal. Kita tidak bisa menggurui konsumen dengan permisalan "Bila mau dibandingkan seperti jeruk dengan jeruk, bukan jeruk dengan apel." karena bagi konsumen apel dan jeruk tetaplah buah tidak peduli kandungannya.
Ambil contoh penjualan suplemen yang sangat marak, misal Ester-C, suplemen generasi ke 3 vitamin C ini dijual dimana-mana, harganya dan merekpun beragam, merek dan kualitas hampir tidak menentukan apa-apa, harga yang ekonomis selalu menjadi pilihan konsumen, tetapi kualitas pendidikan konsumen dari produsen dan kinerja marketinglah yang dapat meningkatkan awareness terhadap suatu merek dagang suplemen tsb, misal CNI & Holisticare. Harga mereka berbeda, ada yang lebih mahal, ada yang lebih murah, namun omset mereka terus naik. Jadi jangan memusingkan masalah harga, temukan titik tolak daya jual produk Anda.
Hope can help. Mungkin ada yang bisa memberikan solusi yang lebih baik di forum ini.
Regards,
Jimmy
A Strong Mind Starts with A Fit Body
Eat Healthy Without Healthy Activities Means Nothing!!!
Know Health Without Preserving Health Means No use!!!
Train Hard, Eat Well, STAY TRONG!!!
Jimmy
jimmy@elken.co.id
YOU BORN WITH LIFE
LIFE THAT GIVEN BY THE ALMIGHTY GOD
YOU"RE STRONGER THAN ANY SUBSTANCE IN THIS WORLD
STAY STRONG!!!
Selasa, 12 Februari 2008
Kering Sudah Air Mata
Banjir dan longsor di musim hujan, kering dan puso di musim kemarau.
Siapa yang harus disalahkan dan siapa yang dimintakan pertanggungjawaban?
Sabtu, 09 Februari 2008
Kenapa Sepakbola Selalu berakhir Tawuran ya?
Waktu itu tahun 80-an, umur saya masih 10 tahun, sebuah klub sepakbola kampung saya dirikan. Anggotanya adalah anak-anak dari sebuah gang di Jojoran Surabaya.
Tempat latihan kami buat di sebuah lapangan kosong, bekas sawah yang sudah tidak dipakai karena irigasinya terputus oleh kaplingan rumah. Kami anak-anak umur 8-11 tahun gotong royong membersihkan dari tanaman perdu dan sisa padi yang masih tumbuh.
Garis lapangan kami buat dengan tali rafia (jadi kalo maen kadang-kadang kesandung dan putus). Gawang kami bikin dari kayu sisa bangunan yang dipaku seadanya.
Kegiatan kami bertanding antar gang atau antar kampung dalam bentuk friendly match, taruhan Rp.250-500,- yang didapat urunan para pemain (rokok bentoel remaja masih seharga Rp.150,-)
Kalo musim 17-an, biasanya banyak kompetisi berhadiah kambing, kita selalu mencoba ikut. Biaya pendaftaran biasanya kita urunan, sisanya kita minta tambah dari bapak. Kostum kita juga bikin dengan urunan, beli kaosnya di pasar Kapasan, trus dipilox nama Club di bagian depan dan nomor punggung di belakang. Gak sadar, kita belajar mengorganisasi sebuah klub sepakbola. Betul-betul kita swadaya, gak pake APBD.
Pada era itu lagi hebat-hebatnya Samsul Arifin, atau jamannya Anak Agung Rae Bawa di Niac Mitra. Jamannya Sinyo Aliandoe membawa timnas PSSI lolos Pra Piala Dunia, sebelum kalah dari Korea Selatan. Juga jamannya Iswadi Idris ada di Perkesa 78.
Pada masa itu gaya sepakbola masih bermain individu, pemain akan dipuja-puja jika bisa menggiring bola meliuk-liuk dari lini belakang sampai depan. Tidak seperti sekarang, yang disebut sepakbola moderen, kolektifitas dan kerjasama tim.
Saya jadi ingat kalo Perkesa 78 maen di Tambaksari, lapangan selalu ramai karena hampir semua pemain perkesa (termasuk pelatihnya) berteriak minta bola karena ada pemain terus meliuk-liuk tidak mau mengumpan atau menedang ke gawang. Iswadi Idris, selain jadi pelatih dia juga merangkap jadi pemain.
Hampir semua pertandingan yang diadakan di Tambaksari saya selalu diajak oleh bapak untuk menonton. Berangkat dari rumah jam 14.00, sampai di stadion jam 15.00, pertandingan dimulai jam 15.30. Kalo lagi tengah bulan kita nonton di tribun timur (ekonomi) seharga Rp.500,- dan kalo lagi awal bulan bapak ngajak nonton di Tribun barat VIP biar gak kepanasan.
Kalo Persebaya atau Niac Mitra maen, stadion selalu penuh, tapi sangat jarang yang nekat masuk dengan cara mbonek. Paling pol mereka mboneknya adalah nonton dari stadion Persebaya yang ada di sebelah timur Tambaksari. Malah yang terlihat mbonek adalah para pedagang yang ngatrol dagangannya di tribun utara dan selatan.
Waktu itu terasa nyaman sekali nonton sepakbola. Yang saya heran kenapa waktu itu kok gak pernah ada tawuran seperti sekarang ya?
Stop Sepakbola Indonesia
Sepertinya dia tahunya cuma bagi-bagi fee sponsor
Supporter mati..urusan polisi
Stadion rusak...urusan pemda
APBD menguap...urusan bupati
Rakyat setress...urusanmu dewe
Apa sih manfaat kompetisi ligina?
Bangsa ini lagi sakit,
Dalam raga yang sehat terdapat jiwa yang kuat,
Olah raga bukannya menyehatkan raga dan menguatkan jiwa,
Sebaliknya........
Lalu apa manfaatnya olahraga yang katanya olahraga milik rakyat itu
Sepakbola indonesia tidak menguntungkan rakyat
hanya menguntungkan pejabat elit sepakbola
STOP Sepakbola Indonesia
Jumat, 08 Februari 2008
Kok bisa Gaptek
Gak terasa udah terjebak sekian lama di dunia cari duit dan berkarir
Sampe-sampe teknologi yang namanya blogging, yang anak SD pun tahu, aku masih gak ngerti.
Bahkan aku liat orang chatting, friendster, YM, atau apalah namanya aktifitas di dunia internet; dan aku seperti kambing congek.
Asyik juga ketika baca-baca blog, simple, tempat curhat, provokasi, dll
Menulis, adalah kebiasaanku 10-15 tahun yang lalu
Waktu itu untuk menulis, aku pake sebuah buku agenda atau buku notes kecil
Nongkrong sendirian di warung kopi pinggir kampus atau di cafe satu-satunya mall di jember
Komputer bahkan laptop adalah impian film hollywood yang sering aku lihat di johar cineplex21
Sempat bermimpi untuk seperti mereka, ketika pengen nulis, tinggal buka PC atau laptop
Sebuah PC bekas punya sodara yang aku upgrade dengan duit Rp. 1,2jt, adalah PC pertama yang bisa aku miliki tahun 1997.
Bisa jadi ini adalah tulisan pertama sejak terakhir.......kira-kira 10 tahun yang lalu.
Wuih ternyata aku seperti tertidur sekian lama, terjebak, tersesat dalam rimba rutinitas
