Senin, 03 November 2014

http://www.bebeja.com/buat-mol-skala-rumah/
http://www.bebeja.com/ramuan-bokashi-untuk-tabulampot/
http://www.bebeja.com/resep-pupuk-kompos-jerami/
http://www.bebeja.com/beda-pupuk-organik-pupuk-hayati/

Selasa, 28 Oktober 2014

SEA - Site Map - Draft

Sea-Indonesia
Sustainable Ecoliving Awareness
promote-distribute-enhancement

- Energy: Energy conservation, Energy Saving n Energy Conversion 
- Food: Save Health n sustainable food product, process, Low External Input agriculture
- Lifestyle: Eco Lifestyle



ENERGY:
Energy Saving:
- Mempromosikan gaya hidup hemat energi, dengan alat-alat listrik yang sedang dimiliki.
- Matikan jika tidak digunakan, hindari membiarkan alat standby
- Memahami cara kerja alat listrik, hindari on-off yang terlalu sering
Energy Efficiency:
- Menjalankan pola energy saving
- Mengganti alat-alat berteknologi baru yang lebih efisien
Energy Conversion:
- Menjalankan pola hidup energi saving dan menjalankan pola energi efficiency
- Mengganti sumber energi konvensional dengan sumber energi terbarukan

FOOD
Eco Farming
- Campaign n promote LEISA system
- Gathering n develop organic products support
- Marketing n Distribute to farmer
- Research, selecting n quality control
Organic Food
- Collecting, marketing n distribute

LIFESTYLE
- Eco lifestyle campaign
- promoting Eco traveling

Kamis, 17 Desember 2009

PESBUK (FB)...situs sosial atau antisosial....?

PESBUK yg didirikan o/ Mark Zuckerberg, mengklaim bhw situs yg dibuatnya itu telah di-sign up oleh 350juta pengguna di seluruh dunia......GILEE CIING...!
Di Indonesia sendiri hampir semua netter pasti memiliki account PESBUK...itu artinya >10juta netter Indonesia yg ikut berpartisipasi memenuhi ruang lintas maya melalui portal tsb.

Situs pertemanan/ sosial itu dibantu dg fasilitas yg tanpa mereka mintapun byk provider2 terutama di bidang telekomunikasi yg ikut2an menambahkan fasilitas koneksi langsung ke PESBUK di dalam software phonecellular yg mrk produksi sbg SELLING POINT yg diharapkan bs mendongkrak penjualan produknya.

Bener ga sechh....kalo trnyata PESBUK itu memberikan dampak tersendiri kpd pengguna2nya...? Istilah situs sosial yg digembor2kan.....IRONISnya disadari atau tidak justru memberikan dampak sebaliknya....

Contoh kasus :

Di tempat2 umum, mall, pasar, hotel dan tempat2 lainnya dimana byk makhluk sosial berkumpul.....seringkali kita menyaksikan, orang2 yg asik berPESBUK ria...mengutak-atik key HPnya msg2,,utk sekedar meng-update status mrk di PESBUK...padahal disekeliling mereka adl org2 yg jelas-jelas sedang berinteraksi satu sama lain....namun seringkali PESBUK memberikan keasikan tersendiri ditengah-tengah situasi....disaat kita justru sedang bersosialisasi.
Tidak jarang kita dapati sekelompok org...bahkan mereka itu adl anggota 1 keluarga....namun msg2 asik dg dunianya sendiri....melupakan keberadaan anggota keluarga yg laen....sambil senyum bahkan ada yg sampai ketawa-ketiwi...nyengir yg ga jelas...yg ditujukan kpd teman lintas-maya nya itu....

HMM.....PESBUK.....situs sosial atau ANTI SOSIAL....?????

saya rasa FB yang berlebihan itu antisosial... bener yg dikatakan TS, sekeluarga makan malem bareng, saling cuek malah sibuk dengan FB masing2... parah... foto2 makanan di atas meja lalu update di FB pamer sama temen2 "nih lho gw makan ini" ..., lalu sibuk membalas2 pesan FB nya...

dari duduk di meja makan sampai selesai makan malah nggak ngobrol sesama anggota keluarga yang notabene duduk semeja di hadapannya... (ngomong saat pesan menu saja)

wkwkwkwkkk... mudah2an anak gw nanti gak kayak gini

disarikan dari sebuah Thread di Kaskus

Minggu, 13 Desember 2009

Pelajaran Hidup dari seorang Tukang Es Tebu yang meninggalkan harta berlimpah demi hati.

Tubagus Ismail Lepas Gaji Besar Pilih Jual Es Tebu
Warga Menjuluki Tukang Tebu Terganteng

Tak banyak orang seperti Tubagus Muhammad Ismail. Ketika yang lain sulit mencari kerja, dia malah meninggalkan pekerjaan dengan gaji Rp 10 juta per bulan. Ismail lebih memilih berjualan es tebu keliling dan sales parfum murah.

ROMBONG es tebu itu dikerumuni ibu-ibu muda ketika melintas di kawasan Wage, Sidoarjo. Tawa riang dan canda mereka berbaur dengan suara anak-anak yang berebut membeli. Susana itu hampir terjadi tiap hari pukul 15.00-17.00.

Itulah rutinitas Tubagus Muhammad Ismail menjajakan es tebunya di kawasan tersebut. Pria 39 tahun itu berbeda dari penjual es tebu lain. Penampilannya rapi, bersih, pakaian necis, dan wangi. Dengan tinggi badan sekitar 170 cm, kulit putih, paras tampan, pria berdarah Banten-Sunda-Padang itu jauh dari mainstream penjual es tebu keliling.

Karena itu, tak heran Ismail merupakan tukang tebu favorit -setidaknya- di kawasan Wage. Seorang warga perumahan bahkan menjuluki Ismail sebagai tukang tebu terganteng se-Asia Tenggara.

Ada cerita, pernah seorang ibu yang naik sepeda terjebur got gara-gara meleng melihat Ismail nggenjot rombong tebunya. ''Tapi, saya tak tahu cerita persisnya seperti apa. Saya hanya diberi tahu tetangga saya,'' kata Ismail lalu tersenyum.

Pria ramah itu tak hanya punya nilai lebih dari segi fisik, tapi juga idealisme. Karena idealisme itulah dia memilih mundur dari pekerjaannya sebagai legal staff di sebuah perusahaan rokok besar di Surabaya. Padahal, di tempat tersebut, dia punya gaji cukup besar, Rp 10 juta per bulan.

Sementara hasil jualan es tebu keliling itu, paling banter dia dapat Rp 1,5 juta per bulan. ''Ini pendapat saya pribadi, bukan bermaksud memojokkan siapa-siapa,'' katanya. ''Saya merasa bahwa rokok adalah sesuatu yang mudharat-nya jauh lebih besar daripada manfaatnya. Itulah yang membuat saya bimbang, saya bekerja di industri yang seperti itu,'' lanjut bapak satu anak tersebut. ''Makanya, saya lebih bahagia sekarang, meski pendapatan pas-pasan. Kedamaian hati, itu yang paling penting,'' sambungnya.

Ismail kemudian menuturkan kisahnya. ''Ketika kuliah, saya sudah bekerja di perusahaan advertising, anak perusahaan rokok itu,'' katanya. Itu terjadi pada 1991 saat kuliahnya di Fakultas Hukum Untag memasuki tahap akhir. Setahun kemudian, dia dipindahkan ke induknya, bagian legal department. ''Waktu pindah, saya belum lulus,'' paparnya.

Ismail baru lulus setahun kemudian. Kelulusan itu mendongkrak eselon dan gajinya di perusahaan tersebut. Konditenya selalu baik. Pelan-pelan gajinya naik. Karena tempatnya bekerja merupakan salah satu perusahaan dengan rate gaji tertinggi di Surabaya, Ismail hidup berkecukupan.

Hidupnya mapan, tinggal di rumah tipe 45 di Griyo Wage Asri. ''Hingga saya resign pada 2007, gaji saya Rp 10 juta. Itu belum termasuk bonus dan tunjangan lain,'' kenangnya.

Meski gajinya besar, dia selalu gelisah. Puncaknya terjadi pada 2005. ''Saya merasa industri tempat saya bekerja tidak cocok dengan hati nurani saya,'' tuturnya. Rokok, bagi Ismail, adalah hal paling merugikan dalam kehidupan. Terutama dari sudut pandang imannya.

Ismail memang religius. ''Sejak kecil, orang tua saya selalu menekankan nilai-nilai Islam yang kuat kepada saya,'' paparnya. Ajaran itu terus terbawa hingga sekarang. Karena itu, Ismail selalu berusaha ikut pengajian di mana pun. ''Untuk menambah ilmu,'' tuturnya.

Hampir semua pengajian di Surabaya dan Sidoarjo pernah dia datangi. Bahkan, dia selalu menyempatkan ikut kuliah subuh di TVRI. Tapi, dia mengaku tak ikut sebuah organisasi keagamaan apa pun. ''Saya tak ikut PKS atau apa pun. Saya lebih suka begini saja,'' katanya.

Dalam Islam, rokok dianggap makruh (sesuatu yang sebaiknya ditinggalkan). Bahkan, sebagian ulama menilai haram. ''Itu yang memengaruhi pemikiran saya,'' katanya.

Apalagi, ikhwan-ikhwan (saudara) sepengajian sering mengingatkan dia. Juga mengirim e-mail berisi tulisan dan gambar tentang akibat merokok. ''Ngeri, ngeri, kalau melihat gambarnya. Paru-paru yang hitam membusuk, orang yang kondisinya sekarat, wahh... pokoknya mengerikan,'' tuturnya.

Satu pemikiran mulai menusuk dirinya. ''Masak sih saya memberi makan anak dan istri dengan uang yang dihasilkan dari industri yang merusak masyarakat,'' katanya lalu buru-buru menambahkan bahwa itu pendapatnya pribadi.

Sejak itu, kinerja Ismail melorot drastis. Manajemen perusahaan melihat perubahan tersebut. Manajemen yang bijak mengajak Ismail berbicara dari hati ke hati. Karena memang sudah bimbang, Ismail memutuskan mundur dari perusahaan pada Juni 2007. ''Saya akan merugikan perusahaan bila tidak bisa kerja maksimal. Karena situasinya seperti itu, saya pikir inilah titik untuk hijrah. Saya keluar secara baik-baik,'' urainya.

Atas jasa-jasanya selama 16 tahun bekerja, perusahaan memberi pesangon Rp 400 juta. Selepas dari perusahaan, Ismail melakukan apa saja yang halal untuk menyambung hidup. Di antaranya, menjadi sales parfum tiruan. ''Saya menemukan dunia yang asyik. Ternyata, saya juga punya potensi di bidang marketing,'' katanya dengan mata berbinar.

Untuk menambah penghasilan, Ismail berjualan es tebu. ''Saya bertemu pemilik Mr Tebu dan saya membeli franchise-nya seharga Rp 10 juta. Itu sudah dapat rombong dan peralatannya,'' tuturnya. Dia menggenjot sendiri rombong tersebut.

Perubahan hidup itu membuat Sri Lestari -istri yang kini telah berpisah- kaget. Kata-kata seperti terus kerjo opo, Pa? sering kali terucap. Ketika Ismail memutuskan menggenjot sendiri rombong es tebunya, Sri nyaris tak percaya. ''Sing bener ae, Pa?'' ujar Sri sebagaimana ditirukan Ismail.

Namun, Ismail bergeming. Melihat keteguhan hati suaminya, Sri bisa memahami. ''Apalagi, tetap harus ada penghasilan kan,'' katanya. Ismail tak bersedia mengungkapkan alasan pisah dari istrinya.

Selain parfum dan es tebu, Ismail mencoba jual beli apa saja. Mulai seprai hingga mobil. Namun, hanya eceran. ''Maklum, dana terbatas dan penghasilan harus ditingkatkan,'' ungkapnya.

Dari berjualan parfum, Ismail hanya mendapatkan rata-rata Rp 600 ribu per bulan, sedangkan dari es tebu dapat Rp 700 ribu-Rp 800 ribu. ''Tapi, saya bangga dengan pilihan ini. Meski hanya jadi tukang es tebu dan sales parfum, saya jauh lebih berbahagia daripada saat masih kerja di industri rokok,'' tegasnya. (*/cfu)

dicopy dari Jawapos or id

Ce Matre VS Co Ganteng

Ce Matre itu kan ce yg butuh co kaya,
lalu apa yg terjadi kalau ce matre ketemu co ganteng ?

coba bca dulu kejadian nyata dibawah ini...

Chapter One.

Dulu gw kenal dgn seorang cewek cakep, dia putih, mulus n smart.
Sebetulnya dia bisa mencapai nilai 8, tapi karena bodinya rata, jadi dewan juri hanya memberi nilai keseluruhan 7,5.
Kalo diliat-liat, ce ini agak mirip Dian Sastro, jadi kita panggil dia Dian aja, ok?
(kalo disebut nama aslinya, gw bisa benjol besok...)

Selain cantik, yg membuat Dian sangat menarik adalah karena dia itu smart, ipk nya selalu diatas 4 (hah, bisa yah?).
Dian juga punya gaya yg menawan, dia selalu lembut, confident tapi gak sombong (dia cuma jutek kepada cowok2 yg punya maksud tersembunyi).

Sejak awal masuk kuliah (ekonomi) dia sudah memproklamirkan dirinya sebagai cewek matre, maksudnya adalah dia hanya akan memberikan dirinya dan cintanya kepada penawar tertinggi. (udah pernah nonton Memoir of a Geisha kan? ya mirip-mirip gitu deh...)
Batas akhir penerimaan tender kira2 di tahun terakhir akademik. Untuk kandidat yg memiliki tingkat perekonomian serba terbatas, diharap untuk tidak usah coba-coba ikut, harap maklum.

Tapi lu tau sendiri, yg namanya cowok2 tuh memang nekad.
Meskipun jelas2 tak mampu memenuhi term n condition seperti yg sudah ditentukan, masih banyak aja yg tetap mencoba untuk memetik hati cewek ini dengan modal seadanya.

Ada beberapa co yg mencoba ngapel meskipun cuma modal motor butut, itu juga pinjem temen kost.
Ada juga yg naik taksi (dari rumah sih naik bajaj, pas udah deket baru pindah ke taksi, ngirit coy...).
Dan ada juga loh yg keren, naik mercedes,
(Mobil kreditan, DP 2juta, cicilan 53 tahun, jaminan kaki kiri dan tangan kanan... sungguh suatu pengorbanan yg hebat...)

Sebenarnya mereka semua sudah tahu bahwa untuk mengejar Dian tidak mudah, dari awal Dian sudah menegaskan bahwa status perekonomian adalah syarat mutlak yg tak bisa ditawar2. Jadi bukan salah Dian kalau dia terpaksa harus menolak dan mengecewakan semua cowok ini...

Setelah semester dua atau tiga, hampir semua cowok sudah mundur dari medan pertempuran (dengan luka2 yg parah, dihati), kini semua sudah tahu diri.

Saya sangat kagum dengan Dian, dia adalah seorang cewek yg sangat konsisten dengan tujuan hidupnya, hatinya takkan goyah dalam memegang teguh prinsip2 kehidupan yg dipercayainya, yaitu :

"Kecantikan adalah anugerah dari Alam, Marketing menyempurnakannya"
(tidak sia-sia loh dia kuliah di ekonomi...),

...end of Chapter One.
(Cowok yg bisa menandingi Dian ada di Chapter Two...)


Chapter Two

Gw punya temen kost yg sangat ganteng (hampir seganteng gw huehehe),
mukanya sangat mirip Aaron Kwok, apalagi setelah potongan rambutnya disamain oleh si banci di salon langganannya (rambut model payung gitu, lu tau kan ?)
dia benar2 menjadi makin identik dengan Aaron Kwok.

Tiap hari dia memaksa gw untuk ngajarin dia main gitar dan belajar lagu2 Aaron, motivasinya apalagi kalo bukan untuk memikat cewek2...
(ayo kita panggil dia Aaron, nama aslinya gak boleh disebut, bisa benjol gw)

Temen gw ini selain sangat ganteng, dia juga sangat bokek,
hampir tiap bulan pasti nunggak uang kost soalnya uang kiriman bokap sering dipake buat makan protein yg banyak karena dia lagi semangat fitness.

Karena bokek, udah jelas dia bukan anggota Celebrity Fitness atau MyBody Gym.
Cukup Fitness di Kampus saja, hanya dengan Rp50rb/bulan boleh latihan sepuasnya.
(apalagi kalo udah kenal baik sama penjaganya, boleh nunggak iuran berbulan-bulan)

Alat2nya memang gak lengkap, tapi asal ada Bench Press cukup lah, biar kaki kecil yg penting dada bidang, cukup buat ngecengin anak2 Klub Dancing.
(nah lu perhatiin deh, tu anak2 fitnes, rata2 gitu koq semuanya)

Aaron sangat laku, banyak cewek yg naksir dia, baik secara diam-diam ataupun secara terang-terangan. Bahkan ada banyak yg nekad datang ke tempat kostnya secara reguler, baik pagi, siang atau malam.

Si Aaron ini selain ganteng dan bokek, dia juga sangat kurang dalam kemampuan berpikir, waktu test ujian masuk Universitas saja dia sangat stress karena harus masuk barisan cadangan.
Namun dengan usaha yg keras disertai doa dan sedekah, akhirnya dia bisa diterima juga meskipun bukan di program S1.

Seandainya bukan karena dana yg terbatas, hampir saja keluarga Aaron mengadakan pesta besar dan potong kambing untuk merayakan masuknya Aaron ke jajaran mahasiswa Universitas...

Berhubung sel2 otaknya memang dangkal, kriteria Aaron dalam mencari cewek juga sangat simple, asal cakep dan sexi... pasti diterima. Itu sebabnya Aaron pernah pacaran dengan anak SD (Aaron gak tau cewek ini masih SD, bongsor sih...)

Salah seorang teman baik gw (cewek cakep) juga pernah pacaran dgn Aaron, dan hebatnya Aaron gak pernah mau ngapel, jadi terpaksa cewek ini yg musti ngapelin Aaron tiap minggu...

Suatu hari, malem2 temen gw ini nelpon gw sambil nangis2 setelah nangis lama dia akhirnya cerita, rupanya dia diputusin Aaron begitu saja.
Ah dasar cewek sampe nangis2 begitu, kirain lu diperkosa ato apa... ngerepotin orang aja.


...end of Chapter Two

(Akhirnya Aaron ketemu dgn Dian, ikuti kisahnya di Chapter Three)


Chapter Three

Aaron kenalan dengan Dian di Kampus (dikenalin temen)


Saat mereka ketemu face to face, wow dahsyat....

Aaron pasang gaya cool, seperti biasa...

tapi Dian yg biasanya selalu bermuka sendu (seneng duit..), tiba2 wajahnya merona merah dan tersipu-sipu.
Melihat senyuman Aaron yg memukau, Dian langsung malu-malu seperti anak kucing, Dian yg terkenal matre ini merasakan suatu perasaan hangat didalam dada yg belum pernah dirasakan sebelumnya...
ooh.. Inikah yg disebut Love at the first sight ? gak tau deh...

Aaron dan Dian sama2 punya karisma dan daya tarik.
Gaya dan penampilan mereka punya kuasa untuk menggetarkan lutut semua orang yg berhadapan dengan mereka.

Cuma bedanya, Dian belom pernah tersentuh pria (dia kan menjaga diri untuk penawar tertinggi, ingat ?)
Sedangkan Aaron, karena dia selalu jual obral, dia sudah malang melintang me-macari berbagai macam jenis cewek.
Aaron sangat pede, sangat berpengalaman.

Jadi waktu mereka ketemu dan adu kesaktian, Aaron menang mutlak tujuh point straight diatas Dian, semua komitmen dan jurus comersial love yg dianut Dian hancur lebur saat itu juga.

Impian menjadi kaya yg selama ini diidam-idamkan Dian langsung tergantikan oleh bayangan cinta yg romantis, hati kecilnya berkata :
"biarpun hidup menderita asalkan kau tetap setia, aku rela maaas..."

ck..ck..ck.. rupanya cewek matre juga manusia yah...

Setelah beberapa kali telpon-telponan (sudah pasti Dian yg nelponin Aaron, Aaron mana punya pulsa buat nelpon, lagian nelponin cewek duluan itu bukan gaya Aaron)
akhirnya mereka janjian untuk ketemuan di McD Citra Land hari Kamis siang, jam 14.00

Hari demi hari, detik demi detik dilalui Dian dengan campur aduknya perasaan cemas, bahagia, malu dan napsu... (ya kira2 gitu deh)
Di benak Dian sudah terbayang semua adegan tari-tarian hot, seperti di film2 india itu loh...

Aaron juga merasa cemas menunggu hari kamis itu, bukan cemas karena mau ketemu Dian tapi karena hari itu dia ada ujian (kalo gak salah Pengantar Management atau apa gitu)
Dengan otak yg terbatas, ujian selalu menjadi peristiwa menakutkan bagi Aaron...

Akhirnya hari Kamis tiba, Aaron pulang jalan kaki dari kampus sekitar jam 11 siang, mukanya butek, rupanya banyak soal ujian yg tak bisa dikerjakan.
Seperti biasa, kalau hatinya sedang ruwet, dia pasti tidur siang, apalagi kemaren malam habis bergadang, belajar mati2an.

Sampai jam 14.00 Aaron masih tidur.
Jam 15.00 Aaron masih belom keluar kamar.
Jam 16.00 Aaron bangun, ke wc sebentar, trus masuk kekamar lagi, terusin bobo.

Selama jam-jam itu, Dian masih terus menunggu dengan setia di McD, dia bahkan terpaksa beli paket hemat berkali2 supaya gak diusir satpam (satpam McD CL memang paling sebal dengan mahasiswa yg suka nongkrong doang, gak beli apa2)

Hp Aaron juga gak aktif jadi gak bisa dihubungi...
Aaron memang sering lupa charge Hp, lagian tiap abis Charge Full sebentar habis lagi karena banyak sekali sms dari cewek2...
(pasti baru kali ini kalian denger ada HP yg batrenya abis karena kebanyakan terima SMS...)

Sekitar jam 17.00 Dian sudah mau nangis, dia gak nyangka Aaron gak muncul sama sekali...
Masa sih cintanya harus kandas sebelum berlayar ?
Masa sih dia gak menarik ? bukankah banyak sekali cowok yg mengharapkan cintanya selama ini ?
Akhirnya dia pulang dengan hati yg pedih...

Malemnya Aaron telponin Dian, mo minta maaf .
Aaron bilang bahwa dia sesungguhnya mau datang tapi ketiduran
(huahahaha, alesannya jujur amat... ? hahaha
bilang dong neneknya melahirkan atau apa kek huehehe)

Dian sungguh sakit hati dan tak mau memaafkan Aaron.
Oke lah, sekarang dia udah ngerasain cinta yg sesungguhnya (meski cuma berapa hari)
Dia juga sudah pernah merasakan patah hati.

Sekarang dia tidak lagi percaya ada cinta sejati, dia kembali ke jalur semula :
"No true love is no problem!, pokoknya No Money, No Love !" back to the nature !

Belakangan Dian berhasil menggaet seorang cowok gendut, anak konglomerat.
Meskipun co ini cuma anak dari istri simpenan nomer 47, tapi lumayan, masih ada duitnya.
(Untuk selamanya Dian tak pernah lagi merasakan cinta,
meski menyakitkan namun kenangan dengan Aaron selalu disimpan baik2 dihatinya)

Sedangkan Aaron malah kimpoi sama anak SMA, trus cerai gak lama kemudian...
Dia kembali kepada kehidupannya dahulu, gonta ganti pacar, dia gak inget ada yg namanya Dian.
(Bukannya dia jahat, memang memori otaknya kecil sih...)

hmmm...

Cewek matre, cantik dan smart.
Cowok miskin, ganteng dan bego.

Sungguh pasangan yg tidak ideal
...huehehe...

The End.


ya gitu deeh...
:kimpoi:

Last edited by JuraganAyam; 21-01-2009 at 04:10 AM..
Copied from Kaskus or id

Bertengkar dengan Indah

Buat Yang Udah Nikah, Mau Nikah, Punya Niat Untuk Nikah Sebarkan kepada orang-orang yang kalian kenal. Dan mudah-mudahan bermanfaat.

Bertengkar adalah fenomena yang sulit dihindari dalam kehidupan berumah tangga, kalau ada seseorang berkata: “Saya tidak pernah bertengkar dengan isteri saya!” Kemungkinannya dua, boleh jadi dia belum beristeri, atau ia tengah berdusta. Yang jelas kita perlu menikmati saat-saat bertengkar itu, sebagaimana lebih menikmati lagi saat saat tidak bertengkar. Bertengkar itu sebenarnya sebuah keadaan diskusi, hanya saja dihantarkan dalam muatan emosi tingkat tinggi.

Kalau tahu etikanya, dalam bertengkarpun kita bisa mereguk hikmah, betapa tidak, justru dalam pertengkaran, setiap kata yang terucap mengandung muatan perasaan yang sangat dalam, yang mencuat dengan desakan energi yang tinggi, pesan-pesannya terasa kental, lebih mudah dicerna ketimbang basa basi tanpa emosi. Tulisan ini murni non politik, jadi tolong jangan tergesa-gesa membacanya. Bacalah dengan sabar, lalu renungi dengan baik, setelah itu…terapkan dalam keseharian kita……. Setuju friend’s…???

…....Suatu ketika seseorang berbincang dengan orang yang akan menjadi teman hidupnya, dan salah satunya bertanya: "Apakah ia bersedia berbagi masa depan dengannya, dan jawabannya tepat seperti yang diharap. Mereka mulai membicarakan : seperti apa suasana rumah tangga ke depan.
Salah satu diantaranya adalah tentang apa yang harus dilakukan kala mereka bertengkar. Dari beberapa perbincangan hingga waktu yang mematangkannya, tibalah mereka pada sebuah Memorandum of Understanding, bahwa kalaupun harus bertengkar, maka :

1. Kalau bertengkar tidak boleh berjama’ah, cukup seorang saja yang marah-marah, yang terlambat mengirim sinyal nada tinggi harus menunggu sampai yang satu reda. Untuk urusan marah pantang berjama’ah, seorangpun sudah cukup membuat rumah jadi meriah. Ketika seorang marah dan saya mau menyela, segera ia berkata “STOP” ini giliran saya ! Saya harus diam sambil istighfar. Sambil menahan senyum saya berkata dalam hati : “kamu makin cantik kalau marah, makin energik…”
Dan dengan diam itupun saya merasa telah beramal sholeh, telah menjadi jalan bagi tersalurkannya luapan perasaan hati yang dikasihi… “duh kekasih .. bicaralah terus, kalau dengan itu hatimu menjadi lega, maka dipadang kelegaan perasaanmu itu aku menunggu ….”.

Demikian juga kalau pas kena giliran saya “yang olah raga otot muka”, saya menganggap bahwa distorsi hati, nanah dari jiwa yang tersinggung adalah sampah, ia harus segera dibuang agar tak menebar kuman, dan saya tidak berani marah sama siapa siapa kecuali pada isteri saya :-) . Maka kini giliran dia yang harus bersedia jadi keranjang sampah. pokoknya khusus untuk marah, memang tidak harus berjama’ah, sebab ada sesuatu yang lebih baik untuk dilakukan secara berjama’ah selain marah :-) .

2. Marahlah untuk persoalan itu saja, jangan ungkit yang telah terlibat masa (maksudnya masa lalu kita). Siapapun kalau diungkit kesalahan masa lalunya, pasti terpojok, sebab masa silam adalah bagian dari sejarah dirinya yang tidak bisa ia ubah.

Siapapun tidak akan suka dinilai dengan masa lalunya. Sebab harapan terbentang mulai hari ini hingga ke depan. Dalam bertengkar pun kita perlu menjaga harapan dan bukan menghancurkannya. Sebab pertengkaran di antara orang yang masih mempunyai harapan, hanyalah sebuah foreplay, sedang pertengkaran dua hati yang patah asa,
menghancurkan peradaban cinta yang telah sedemikian mahal dibangunnya.

Kalau saya terlambat pulang dan ia marah, maka kemarahan atas keterlambatan itu sekeras apapun kecamannya, adalah “ungkapan rindu yang keras”. Tapi bila itu dikaitkan dengan seluruh keterlambatan saya, minggu lalu, awal bulan kemarin dan dua bulan lalu, maka itu membuat saya terpuruk jatuh. Bila teh yang disajinya tidak manis (saya termasuk penimbun gula), sepedas apapun saya marah, maka itu adalah “harapan ingin disayangi lebih tinggi”. Tapi kalau itu dihubungkan dengan kesalahannya kemarin dan tiga hari lewat, plus tuduhan “Sudah tidak suka lagi ya dengan saya”, maka saya telah menjepitnya dengan hari yang telah pergi, saya menguburnya di masa lalu, ups…! saya telah membunuhnya, membunuh cintanya.

Padahal kalau cintanya mati, saya juga yang susah … OK, marahlah tapi untuk kesalahan semasa, saya tidak hidup di minggu lalu, dan ia pun milik hari ini …..

3. Kalau marah jangan bawa-bawa keluarga saya dengan isteri saya terikat baru beberapa masa, tapi saya dengan ibu dan bapak saya hampir berkali lipat lebih panjang dari itu, demikian juga ia dan kakak serta pamannya. Dan konsep Qur’an,
seseorang itu tidak menanggung kesalahan fihak lain (QS.53:38-40).

Saya tidak akan terpantik marah bila cuma saya yang dimarahi, tapi kalau ibu saya diajak serta, jangan coba coba. Begitupun dia, semenjak saya menikahinya, saya telah belajar mengabaikan siapapun di dunia ini selain dia, karenanya mengapa harus bawa bawa barang lain ke kancah “awal cinta yang panas ini”. Kata ayah saya : “Teman seribu masih kurang, musuh satu terlalu banyak”. Memarahi orang yang mencintai saya, lebih mudah dicari ma’afnya dari pada ngambek pada yang tidak mengenal hati dan diri
saya..”. Dunia sudah diambang pertempuran, tidak usah ditambah tambah dengan memusuhi mertua!

4. Kalau marah jangan di depan anak-anak, anak kita adalah buah cinta kasih, bukan buah
kemarahan dan kebencian. Dia tidak lahir lewat pertengkaran kita, karena itu, mengapa mereka harus menonton komedi liar rumah kita. Anak yang melihat orang tuanya bertengkar, bingung harus memihak siapa. Membela ayah, bagaimana ibunya. Membela ibu, tapi itu ‘kan bapak saya. Ketika anak mendengar ayah ibunya bertengkar :

* Ibu : “Saya ini cape, saya bersihkan rumah, saya masak, dan kamu datang main suruh begitu, emang saya ini babu ?!!!”
* Bapak : “Saya juga cape, kerja seharian, kamu minta ini dan itu dan aku harus mencari lebih banyak untuk itu, saya datang hormatmu tak ada, emang saya ini kuda ????!!!!
* Anak : “…… Yaaa … ibu saya babu, bapak saya kuda …. terus saya ini apa ?”

Kita harus berani berkata : “Hentikan pertengkaran !” ketika anak datang, lihat mata mereka, dalam binarannya ada rindu dan kebersamaan. Pada tawanya ada jejak kerjasama kita yang romantis, haruskah ia mendengar kata bahasa hati kita ???

5. Kalau marah jangan lebih dari satu waktu shalat, Pada setiap tahiyyat kita berkata : “Assalaa-mu ‘alaynaa wa ‘alaa’ibaadilahissholiihiin” Ya Allah damai atas kami, demikian juga atas hamba-hambamu yg sholeh….

Nah andai setelah salam kita cemberut lagi, setelah salam kita tatap isteri kita dengan amarah, maka kita telah mendustai Nya, padahal nyawamu ditangan Nya.

OK, marahlah sepuasnya kala senja, tapi habis maghrib harus terbukti lho itu janji dengan Ilahi …. Marahlah habis shubuh, tapi jangan lewat waktu dzuhur, Atau maghrib sebatas isya … Atau habis isya sebatas….??? Nnngg .. Ah kayaknya kita sepakat kalau
habis isya sebaiknya memang tidak bertengkar … :-) .

6. Kalau kita saling mencinta, kita harus saling mema’afkan, tapi yang jelas memang begitu, selama ada cinta, bertengkar hanyalah “proses belajar untuk mencintai lebih intens”. Ternyata ada yang masih setia dengan kita walau telah kita maki-maki.

Ini saja, semoga bermanfa’at, “Dengan ucapan syahadat itu berarti kita menyatakan diri untuk bersedia dibatasi”.

*Selamat tinggal kebebasan tak terbatas yang dipongahkan manusia pintar tapi bodoh*
From: MOH. ISNAENI H., (IH)

nb: niy aku nemu di sebuah thread KasKus.us

Senin, 06 April 2009

Balada Kisah Uang 1.000 Dan 100.000

Balada Kisah Uang 1.000 Dan 100.000

Konon, uang seribu dan seratus ribu memiliki asal-usul yang sama tapi mengalami nasib yang berbeda. Keduanya sama-sama dicetak di PERURI dengan bahan dan alat-alat yang oke. Pertama kali keluar dari PERURI, uang seribu dan seratus ribu sama-sama bagus, berkilau, bersih, harum dan menarik. Namun tiga bulan setelah keluar dari PERURI, uang seribu dan seratus ribu bertemu kembali di dompet seseorang dalam kondisi yang berbeda.

Uang seratus ribu berkata pada uang seribu :"Ya, ampyyyuunnnn. ......... darimana saja kamu, kawan? Baru tiga bulan k ita berpisah, koq kamu udah lusuh banget? Kumal, kotor, lecet dan..... bau! Padahal waktu k ita sama-sama keluar dari PERURI, k ita sama-sama keren kan ..... Ada dapa denganmu?"

Uang seribu menatap uang seratus ribu yang masih keren dengan perasaan nelangsa. Sambil mengenang perjalanannya, uang seribu berkata : "Ya, beginilah nasibku , kawan. Sejak k ita keluar dari PERURI, hanya tiga hari saya berada di dompet yang bersih dan bagus. Hari berikutnya saya sudah pindah ke dompet tukang sayur yang kumal. Dari dompet tukang sayur, saya beralih ke kantong plastik tukang ayam. Plastiknya basah, penuh dengan darah dan taik ayam. Besoknya lagi, aku dilempar ke plastik seorang
pengamen, dari pengamen sebentar aku nyaman di laci tukang warteg. Dari laci tukang
warteg saya berpindah ke kantong tukang nasi uduk. Begitulah perjalananku dari hari ke hari. Itu makanya saya bau, kumal, lusuh, karena sering dilipat-lipat, digulung-gulung, diremas-remas. ."

Uang seratus ribu mendengarkan dengan prihatin.: "Wah, sedih sekali perjalananmu, kawan! Berbeda sekali dengan pengalamanku. Kalau aku ya, sejak k ita keluar dari PERURI itu, aku disimpan di dompet kulit yang bagus dan harum. Setelah itu aku pindah ke dompet seorang wan ita cantik. Hmmm... dompetnya harum sekali. Setelah dari sana, aku lalu berpindah-pindah, kadang-kadang aku ada di hotel berbintang 5, masuk ke restoran mewah, ke showroom mobil mewah, di tempat arisan Ibu-ibu pejabat, dan di tas selebritis. Pokoknya aku selalu berada di tempat yang bagus.
Jarang deh aku di tempat yang kamu cer ita kan itu. Dan...... aku jarang lho ketemu
sama teman-temanmu. "

Uang seribu terdiam sejenak. Dia menarik nafas lega, katanya : "Ya. Nasib k ita memang berbeda. Kamu selalu berada di tempat yang nyaman.

Tapi ada satu hal yang selalu membuat saya senang dan bangga daripada kamu!"

"Apa itu?" uang seratus ribu penasaran.

"Aku sering bertemu teman-temanku di kotak-kotak amal di mesjid atau di tempat-tempat ibadah lain. Hampir setiap minggu aku mampir di tempat-tempat itu. Jarang banget tuh aku melihat kamu atau teman-teman kamu disana....."


Konon, uang seribu dan seratus ribu memiliki asal-usul yang sama tapi
mengalami nasib yang berbeda. Keduanya sama-sama dicetak di PERURI dengan
bahan dan alat-alat yang oke. Pertama kali keluar dari PERURI, uang seribu
dan seratus ribu sama-sama bagus, berkilau, bersih, harum dan menarik.
Namun tiga bulan setelah keluar dari PERURI, uang seribu dan seratus ribu
bertemu kembali di dompet seseorang dalam kondisi yang berbeda.

Uang seratus ribu berkata pada uang seribu :"Ya, ampyyyuunnnn. .........
darimana saja kamu, kawan? Baru tiga bulan k ita berpisah, koq kamu udah
lusuh banget? Kumal, kotor, lecet dan..... bau! Padahal waktu k ita
sama-sama keluar dari PERURI, k ita sama-sama keren kan ..... Ada dapa
denganmu?"

Uang seribu menatap uang seratus ribu yang masih keren dengan perasaan
nelangsa. Sambil mengenang perjalanannya, uang seribu berkata : "Ya,
beginilah nasibku , kawan. Sejak k ita keluar dari PERURI, hanya tiga hari
saya berada di dompet yang bersih dan bagus. Hari berikutnya saya sudah
pindah ke dompet tukang sayur yang kumal. Dari dompet tukang sayur, saya
beralih ke kantong plastik tukang ayam. Plastiknya basah, penuh dengan
darah dan taik ayam. Besoknya lagi, aku dilempar ke plastik seorang
pengamen, dari pengamen sebentar aku nyaman di laci tukang warteg. Dari
laci tukang
warteg saya berpindah ke kantong tukang nasi uduk. Begitulah perjalananku
dari hari ke hari. Itu makanya saya bau, kumal, lusuh, karena sering
dilipat-lipat, digulung-gulung, diremas-remas. ."

Uang seratus ribu mendengarkan dengan prihatin.: "Wah, sedih sekali
perjalananmu, kawan! Berbeda sekali dengan pengalamanku. Kalau aku ya,
sejak k ita keluar dari PERURI itu, aku disimpan di dompet kulit yang
bagus dan harum. Setelah itu aku pindah ke dompet seorang wan ita cantik.
Hmmm... dompetnya harum sekali. Setelah dari sana, aku lalu
berpindah-pindah, kadang-kadang aku ada di hotel berbintang 5, masuk ke
restoran mewah, ke showroom mobil mewah, di tempat arisan Ibu-ibu pejabat,
dan di tas selebritis. Pokoknya aku selalu berada di tempat yang bagus.
Jarang deh aku di tempat yang kamu cer ita kan itu. Dan...... aku jarang
lho ketemu
sama teman-temanmu. "

Uang seribu terdiam sejenak. Dia menarik nafas lega, katanya : "Ya. Nasib
k ita memang berbeda. Kamu selalu berada di tempat yang nyaman.

Tapi ada satu hal yang selalu membuat saya senang dan bangga daripada
kamu!"
"Apa itu?" uang seratus ribu penasaran.

"Aku sering bertemu teman-temanku di kotak-kotak amal di mesjid atau di
tempat-tempat ibadah lain. Hampir setiap minggu aku mampir di
tempat-tempat itu. Jarang banget tuh aku melihat kamu atau teman-teman
kamu disana....."



Selalu bisa chat di profil jaringan, blog, atau situs web pribadi!
Yahoo! memungkinkan Anda selalu bisa chat melalui Pingbox. Coba!